Skip to content


Siapa Mau Jadi Broker Kapal?

Broker adalah perantara dari kedua pihak (owner dan user) yang sedang dan akan melakukan kegiatan (bisnis) tertentu dan karenanya berhak untuk mendapatkan imbalan dari pekerjaannya tersebut. Apabila dicermati, fungsi perantara ini tidak sekedar menjadi penghubung antara kedua belah pihak, dan justru sebaliknya bisa mengambil peran yang lebih jauh untuk membuat bisnis yang sedang dijalankan menjadi baik dan lancar.

Walaupun peran lebih jauh tersebut kadang dinafikan dan disederhanakan oleh para broker amatiran karena kekurangcakapannya, sehingga seringkali tujuan bisnis yang ditangani tidak kesampaian. Kekurangcakapan itu bisa meliputi ketidakmampuan berkomunikasi sendiri dan juga ketidaktahuannya terhadap perilaku bisnis perkapalan.

Sungguh disayangkan pada akhirnya banyak broker amatiran yang lebih menonjolkan semangat avonturirnya ketimbang menjadikannya sebagai bidang pekerjaan yang ditangani secara professional.

Setidaknya ada beberapa fungsi yang dapat diperankan sebagai broker perkapalan diantaranya adalah: arranger and mediator, agent, catalyst, securities, legalities, independent consultant and third party.

Fungsi-fungsi tersebut, memang idealnya harus diperankan oleh seorang broker kapal agar imbalan yang diterima benar-benar setara dengan pekerjaanya. Lebih lanjut kesalahan dari pelaksanaan fungsi tersebut dapat menimbulkan kerugian bahkan konsekuensi hukum yang merupakan risiko yang harus ditanggung oleh seorang broker.

Dengan demikian dapat dilakukan kalkulasi matematis yang lebih akurat dari semua agregat risiko dan modal yang dikeluarkan untuk dikonversikan menjadi besaran imbalan (brokerage fee) yang ia kenakan kepada masing-masing kliennya.

Sehingga menjadi kewajaran seandainya seorang broker kapal memasang tariff tertentu untuk pekerjaan yang sedang ditangani. Karena pada tataran ini broker tidak lagi mengsubordinasikan dirinya kepada klien-kliennya, tetapi justru menjadi aktor independent yang mempuyai peran nyata.

Arranger and Mediator

Menjadi persyaratan wajib (basic requirement) bagi seorang broker untuk menjalankan fungsi ini, ketika kecakapan yang dimiliki tidak mampu mengimplementasikan fungsi-fungsi berikutnya. Kecakapan yang dituntut dalam fungsi ini utamanya adalah kemampuan untuk mengaksentuasikan dari apa yang disampaikan satu pihak ke pihak lain melalui dirinya tanpa adanya distorsi sedikitpun.

Konsekuensi dari fungsi ini adalah, seorang broker harus mempunyai pengetahuan yang luas pada dunia perkapalan, termasuk istilah-istilah teknis dan juga perilaku-perilaku serta mekanisme-mekanisme bisnis di perkapalan untuk memudahkan dirinya memahami paparan kliennya terserbut.

Ketidakmampuan dalam menyerap penyampaian klien hanya akan memunculkan niat ketergesa-gesaan mempertemukan kedua belah pihak untuk kemudian melakukan komunikasi langsung. Dengan demikian fungsinya akan cenderung tereduksi dan menjadi pasif.

Agent

Untuk merepresentasikan kliennya (baik owner ataupun user), broker dalam tataran ini harus punya kemampuan dan informasi yang cukup tentang kliennya, ketika dia harus menjelaskan segala sesuatunya informasi yang diminta oleh klien yang lain. Prosedur-prosedur dan persaratan yang diminta oleh kliennya harus dengan jelas dan efektif dapat menjaring nominator yang pas yang dikehendaki oleh kliennya.

Namun demikian hal pokok yang harus dijaga adalah kode etik dalam berbisnis, karena tidak semua informasi yang dimiliki selalu harus dan layak untuk disampaikan kepada pihak lain.

Catalyst

Ketika terjadi kemandekan atau kebuntuan dalam proses negosiasi dan juga oleh karena kondisi-kondisi tertentu yang harus dipenuhi, broker bisa menjadi instrument efektif untuk mencarikan jalan keluar.

Kemampuan yang diharapkan tentuya tidak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan negosiasi dan meyakinkan user, tetapi juga hal-hal teknis serta jaringan-jaringan bisnis yang dapat mendukungnya agar suatu kondisi teknis yang dipersaratkan user dapat diatasi dengan baik. Misalnya sebuah kapal yang diminta oleh user harus dilengkapi peralatan tertentu, sedangkan owner tidak dapat mencarikan jalan keluar. Maka broker dengan jaringannya dapat mengusahakannya.

Pada akhirnya fungsi broker juga akan menjadi business creator, karena perannya bisns yang awalnya merupakan kemustahilan menjadi hal yang executable.

Secutrities

Ketika terjadi keraguan oleh user terhadap moral hazard dari owner atau sebaliknya, broker harus bisa menjadi sekuritas (penjamin) terhadap keraguan tersebut. Sekuritas ini harus dilakukan secara financial. Idealnya broker harus punya cadangan finansial yang cukup untuk melakukan counter pembayaran, sehingga semua transaksi financial dapat langsung diterima oleh broker, sebagaimana broker asuransi yang menerima pembayaran dari nasabah. Hal ini tentunya untuk mengeliminasi kemungkinan terjadinya tindak kecurangan (fraudulence) dalam proses transaksi.

Legalities

Pemahaman broker terhadap prosedur administrasi dan legalitas sangat penting. Mulai dari prosedur-prosedur pengurusan kelengkapan surat dan estimasi biaya sampai dengan pengecekan keabsahan surat-surat kapal yang ada. Lebih lanjut pemahaman terhadap luasan kontrak juga harus segera dipahami. Standar-standar kontrak misalnya Offshore Supplytime 89, Boxtime, dll harus juga dipahami isi wording-nya. Karena kenyataannya banyak sekali pihak-pihak terkait dalam kontrak (baik owner dan user) tidak memahami (baca: membaca) isi wording tersebut yang akibatnya justru tidak mengetahui apa sebenarnya hak dan kewajibannya.

Independent Consultant and Third Party

Kejujuran dan kenetralan harus menjadi hal yang absolute yang harus dilakukan oleh broker, meskipun pada fase-fase awal dia juga sebagai representasi dari salah satu klien, tetapi pada fase business deal dia harus muncul sebagai pihak independent yang memberikan kesaksian dan penilaian (assessment) yang fair.

Kemampuan teknis diperlukan ketika ia harus melakukan technical assessment terhadap obyek kapal yang akan ditransaksikan. Walaupun bukanlah hal yang mutlak, karena pada nilai transaksi tertentu dan untuk menjaga kenetralan, seringkali klien lebih memilih jasa independent surveyor, untuk memeriksa dan mengasses kondisi kapal.

Untuk kapal-kapal ukuran kecil tidak ada salahnya broker yang melakukan condition survey serta melakukan witnessing terhadap fuel Remaining on Board ketika on ataupun off delivery kapal tersebut.

Dalam prakteknya fungsi-fungsi diatas masih dapat diperluas sesuai dengan kemampuan broker. Semakin luas porsi yang diambil, kemungkinan juga semakin tinggi tariff yang bisa dipasang. Adalah keniscayaan untuk menguasai banyak materi perkapalan bilamana ingin menjadi broker kapal yang professional.

Namun demikian dalam realitas sehari-hari masih juga kita jumpai carut marut peran broker kapal yang hampir telah diperankan oleh semua profesi. Mereka yang berperan mulai dari pedangang kelontong, pengacara, dokter dan lain-lain yang hanya bermodalkan foto kopi ship particular hingga broker kapal professional. Hal ini akan terus terjadi manakala tidak ada penguasaan domain bisnis ini oleh para professional. Dan masih terjadinya pemakluman yang permisif adanya praktik-praktik bisnis broker amatiran oleh masyarakat.

Posted in Broker Kapal, Ekonomi Bahari, Industri Pelayaran.

Tagged with , , , .


27 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. lautbiru says

    Broker profesional memang sangat diperlukan sesuai dengan peran-peran broker profesional yang sudah dijelaskan oleh Warrie di posting.

    Tapi kenapa kadang-kadang predikat “makelar” menjadi terkesan mempunyai kesan kurang baik?

    Sebab-sebabnya yang teridentifikasi berdasakan pengalaman adalah sbb :

    - Menentukan besaran komisi (“uang titipan”) berdasarkan keinginan pribadi untuk mendapatkan keuntungan yang besar (tanpa bekerja optimal). Mereka lupa bahwa dalam setiap bisnis itu ada “code of conduct”, termasuk dalam besarnya komisi tersebut. Akhirnya harga jadi tidak realistis dan transaksi batal.

    - Ada kesan bahwa pekerjaan “makelar” itu bisa dapat uang hanya dengan modal bicara saja. Seringkali yang jadi tujuan adalah hanya besaran komisi semata tanpa memberikan solusi-solusi atas masalah-masalah yang mungkin timbul dan harus diantisipasi atas transaksi yang akan terjadi.

    - Mereka lupa menyadari bahwa komisi (yang wajar) adalah bentuk penghargaan terhadap informasi dan akses yang mereka miliki. Informasi dan akses ini yang harus dikelola agar tujuan utama yaitu suatu transaksi bisa terjadi dengan baik (tidak ada pihak yang dirugikan).

    - dll (silakan jika ada yang ingin menambahkan)

    Broker profesional adalah suatu profesi yang diakui sebagai profesi yang mulia di masyarakat yang sudah berpikiran maju dan madani. Banyak sekali transaksi yang terjadi karena peran broker-broker profesional. Broker profesional mampu mengurangi beban kerja antara para penjual jasa/barang dengan pencari jasa/barang pada suatu transaksi.

    Mari para broker profesional kita bangun dan kembangkan bisnis maritim bersama-sama….

  2. bluenaval says

    trimakasih sudah berbagi cerita neh
    saya sendiri jg pernah menjalankan bisnis broker kapal dan memiliki rekan2 pemilik kapal, ternyata memang bnyak kelemahan dalam menjadi perantara penjual kapal dan tidak semudah menjadi broker rumah yang memiliki beberapa perlindungan hukum, sehingga setiap broker dapat memiliki hak jual, beda kan klo kita jual kapal…

    kira2 klo boleh tau kiat/prosedur bagaimana yg baek setelah kita menerima order misal pencarian kapal tug? sepertinya memang butuh suatu sistem yg “rancak” supaya dapat terbangun broker profesional
    buat lautbiru & Mr.Warrie salam kenal
    kalo boleh saya ingin belajar dari anda semua bila bertemu, karna saya sendiripun ingin membuat sebuah sistem broker kapal yang memudahkan pencarian pembeli dan penjual kapal

  3. bluenaval says

    trimakasih sudah berbagi cerita neh
    saya sendiri jg pernah menjalankan bisnis broker kapal dan memiliki rekan2 pemilik kapal, ternyata memang bnyak kelemahan dalam menjadi perantara penjual kapal dan tidak semudah menjadi broker rumah yang memiliki beberapa perlindungan hukum, sehingga setiap broker dapat memiliki hak jual, beda kan klo kita jual kapal…

    kira2 klo boleh tau kiat/prosedur bagaimana yg baek setelah kita menerima order misal pencarian kapal tug? sepertinya memang butuh suatu sistem yg “rancak” supaya dapat terbangun broker profesional
    buat lautbiru & Mr.Warrie salam kenal
    kalo boleh saya ingin belajar dari anda semua bila bertemu, karna saya sendiripun ingin membuat sebuah sistem broker kapal yang memudahkan pencarian pembeli dan penjual kapal

    rio_wibisono@terafulk.com

  4. Lautbiru says

    Halo Bluenaval… senang sekali bisa melihat Anda bisa membagi pengalaman di IMC ini…

    Saya sendiri tidak pernah jadi broker kapal tapi sangat membutuhkan broker2 profesional dalam mengerjakan pekerjaan saya di dunia maritim.

    Memang betul bahwa di dunia properti, profesi broker sudah sangat established (aspek hukum, aturan main, dll) dan sangat membantu proses transaksi properti.

    Mungkin Warrie dan Bluenaval bisa sama-sama petakan apa-apa saja yang mnejadi kendala dan bagaimana cara mencari solusinya.

  5. warrie says

    Salam kenal juga buat bluenaval,

    Mungkin ini ada sedikit hal yang bisa saya sharing mudah-mudahan bermanfaat. Atau mungkin disempurnakan oleh yang lain bila dirasa kurang.

    Ada sebuah teori peluang, bila satu peluang besarnya 99% maka kemungkinan untuk berhasil adalah sangat besar sekali. Tetapi bila peluang itu terletak atas dasar satu peluang lain yang besarnya hanya 10%, maka peluang yang kita punya adalah menjadi hanya 9,9% dan bila kedua peluang itu atas dasar 10% atas peluang yang lain lagi, maka peluang kita hanya menjadi 0,99%. Dan seterusnya, akan menjadi sangat kecil apabila peluang berikutnya juga kecil.

    Profesionalisme Broker Kapal yang kita bangun mungkin mendekati ideal sehingga sebenarnya peluang untuk mendapatkan pekerjaan hampir 100%. Tetapi, sayangnya kita sendiri kadang tidak berhadapan langsung dengan penyewa dan/atau pemilik kapal, sehingga seperti ilustrasi di atas, peluang kita entah cuman berapa, karena kita dikelilingi oleh kawan-kawan kita yang kadang hanya sekedar memikirkan “uang” dalam menjalani profesi broker kapal.

    Ini saya rasakan sendiri, ketika menjadi Broker Kapal. Keberhasilan yang terjadi selalu oleh karena tidak banyaknya perantara lain.

    Bagaimana caranya berhasil?
    Menurut saya adalah yang paling pertama, mendidik diri kita untuk “profesional”. Cara-caranya yang pragmatis lebih setuju bila kita diskusikan lagi pada kesempatan lain. Tentunya juga berterima kasih bila ada pihak lain yang sharing duluan.

    Kedua, sesuai dengan teori di atas. Semua broker kapal belajar bersama-sama menjadi profesional sehingga masing-masing mempunyai kemampuan menciptakan peluang besar. Dengan demikian, agregat peluang kita mau-tidak-mau menjadi besar. Untuk teori ini, beberapa kali pernah saya diskusikan dan ada satu konsep yang sepertinya bisa dijalankan.

    Ketiga, apabila cara kedua tidak berhasil. Kita coba eliminasi broker-broker lain menjadi, misalnya, satu tim sehingga tidak ada faktor perkalian lagi pada peluang lain. Atau setidaknya kita kurangi menjadi beberapa kelompok kecil. Cara ini, dalam pengalaman saya sangat sulit karena masing-masing broker biasanya sudah mempunyai target tertentu, misalnya target fee, dll. Sehingga yang sering terjadi harga yang sampai ke user, telah beberapa kali dinaikkan dan yang lebih gawat lagi, satu sisi dia menaikkan harga. Sisi lain dia minta fee dari harga yang diterima.

    Keempat, apabila cara kedua dan ketiga tidak berhasil. Ini mungkin sangat berat, yaitu kita cari sendiri peluang yang langsung antara pemilik dan penyewa/pembeli.

    Strategi yang pernah saya pakai adalah strategi dua arah. Pertama menyakinkan ke penyewa tentang kelebihan kapal yang available. Kedua, menego harga yang lebih murah kepada pemilik kapal dengan memberikan ilustrasi medan operasi yang relatif ringan dan kemungkinan kontrak dalam jangka panjang. Berikutnya, keberhasilan negosiasi tersebut kita bawa lagi ke penyewa agar membuka kontrak untuk jangka wajtu yang lebih lama.

  6. hukumlaut says

    salam kenal rekan – rekan, saya pernah terlibat dalam transaksi broker perkapalan dan kebetulan dalam aktivitas tersebuts saya bertugas mencover segi legalitasnya khususnya dalam bidang agreement, namun memang pengalaman saya sebagai contract drafter agak sulit di aplikasikan dalam ranah bisnis ini karena ya itu, banyaknya istilah dan ketidakpastian prosedur, mohon kiranya jika rekan – rekan memiliki contoh draft agreement pada bisnis ini agar bisa sharing dengan saya, btw saya setuju dengan bluenaval untuk membuat sebuah sistem baku untuk proses brokerage ini.
    Semoga bisnis maritim Indonesia dapat lebih dikenal karena profesionalismenya

  7. ben says

    Saya menyambut baik adanya broker kapal profesional. sebagai orang awam saya tidak tahu harus bertanya kemana jika memerlukan informasi tentang harga kapal dan biaya sewa kapal. semoga dengan demikian ini kebingungan saya dapat terjawab. bravo

  8. Heri Yulianto says

    Trims untuk artikel ini, setelah saya baca memang menjadi seorang broker perkapalan harus mempunyai sikap profesionalisme yang tinggi saya sudah merasakan manis dan nikmatnya menjadi broker asal kita selalu jujur dalam setiap bisnis yang kita jalani…….Bravoo Broker Marine……….

  9. Raden Hendra Wibawa says

    Hello….
    Nama saya Raden Hendra Wibawa, saya mahasiswa UNAND FAK. D III EKONOMI. Saya kesulitan mencari prosedur penyewaan kapal pada Perusahaan Maskapai Pelayaran Internasional. Saya sangat mengharapkan bantuan bagi siapa saja yang mengetahuinya.
    Apabila ada yang ingin menolong saya, silahkan kirim ke e-mail saya di toow88@yahoo.com.
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  10. fadhillah says

    kami perusahaan yang bergerak di bidang bunker service.ingin mencari agent 2pelayaran asing yang ada di indonesia.bisakah perusahaan kami mendapat akses untuk kapal 2 asing yang sandar di pelabuhan 2 di indonesia?

  11. fadhillah says

    pt augustusindoraya. http://www.augustusindoraya.blogspot.com.e mail odhexxx@gmail.com

  12. WK. Bulk says

    Saya sudah menjalani dunia shipping broker dan benar apa yang telah dikatakan pada artikel diatas, bila kita dapat menjalankan profesi shipbroker dengan baik, maka tidak hanya kesuksesan saja yang bisa kita raih dalam bisnis ini disegi finansial tapi juga nama baik kita akan terukir di dalam dunia shipping business dengan sendirinya atas keprofesionalan kita dalam pekerjaan ini dan satu lagi yang harus ditanamkan dalam menjalani profesi ini adalah janganlah kita menjadi broker seperti “postman broker” tapi jadilah broker yang benar-benar mengerti akan pekerjaan sesungguhnya yang salah satunya sama seperti pada statement di artikel ini. Bravo maritime Indonesia.. !

    Salam

  13. IndonesiaShipBroker.Com says

    Sebagai salah satu ShipBroker di Indonesia, kami menawarkan jasa tersebut dengan melalui website termasuk spesifikasi kapal-kapal yang owner punya dan diizinkan untuk dipublikasikan secara online.

    Tentang Broker yang suka menipu, kami juga pernah terkena dampaknya, dan yang terpenting menjadi Broker janganlah perseorangan, sebab terkadang klien melihat juga Institusi Perusahaan yang kita punya atau yang diajak bekerjasama.

    Untuk dokumen-dokum kontrak, kami memiliki referensi yang dapat di-download dari website namun ada beberapa yang tidak kami publish kecuali ada sedikit kontribusi kepada website kami, seperti contoh agreement pembagian komisi antara broker dan pemilik kapal atas selisih harga jual atau frieght, dan contoh contoh kontrak sesuai dengan standard BIMCO yang seperti SupplyTime 89 (MS-Word), SupplyTime 2005 (MS-Word), GenTime (MS-Word), dan lain-lain.

  14. gunawancholis says

    Saya Juga Broker Bos.
    Boleh kerjasama g nih

    Phone : 085725900545
    Website : http://nautika-kapal.blogspot.com

    alamat : Ngemplak Karang Jati RT/RW 08/38 no 114.Kel.Sinduadi,Kec.Melati,Kab.seleman
    Yogyakarta

    Terimakasih

  15. dharma says

    slmat sore bluenaval

    kalau saya ingin bergabung dengan para broker kapal, dimana saya bisa mendapatkannya. selama ini saya banyak informasi kebutuhan kapal, namun kandas dalam tahap akhir.

    salam

    dharma

  16. Ari says

    Saya seorang praktisi di perkapalan, pernah bekerja di perusahaan pelayaran, pembangunan kapal dan saya sekarang bekerja di galangan kapal sebagai kepala dok. Saya juga pernah terlibat dalam jual beli kapal. Pengalaman saya selama ini memang banyak broker-broker yang menawarkan jasanya. Dari broker yang ada, hal yang ideal seperti tulisan diatas sangat susah kita jumpai, bahkan pengalaman saya belum pernah ketemu. Broker yang memiliki sifat-sifat yang disebutkan diatas memang sangat dibutuhkan oleh pemilik maupun pengguna jasa perkapalan. Saya pernah bekerja diperusahaan pelayaran dan perusahaan ini sampai bangkrut gara-gara salah dalam memprediksi pembelian dan biaya perbaikannya. Ada istilah kalau kita salah dalam membeli kapal bukan kita yang akan menaiki kapal tapi kapal yang akan menaiki rumah, maksudnya rumah pun bakal terjual untuk memelihara kapal tersebut. Dari pengalaman saya, saya bersedia berbagi pengalaman dan membantu rekan-rekan yang ingin melakukan penjualan, pembelian, maupun perbaikan kapal. Saya bersedia membantu menghitungkan biaya perbaikan, waktu perbaikan, tenaga ahli yang dibutuhkan, dan peralatan yang diperlukan. Mudah-mudahan ini bisa membantu rekan-rekan sekalian.
    Salam

  17. wiyatno says

    Salam ….
    Saya orang baru yang bergabung di galangan kapal,tapi setelah 2 tahun ini saya cermati perkembangannya memang cukup baik,saya ingin bergabung dengan para broker kapal,bagaimana caranya…,setahun yang lalu saya mendapatkan job tug boat plus tongkang nya sebanyak 5 set tapi sampai sekarang tidak jelas,setelah saya baca artikel disini saya pingin tahu dan ingi bergabung,MOHON INFOnya.

    Thanks
    wiyano

  18. hari says

    Salam untuk semuanya,
    Pak, Ari
    Saya tertarik sekali dgn tawaran pak Ari, kebetulan saya ingin punya teman yang bisa shering tentang seputar dunia perkapalan, jika tidak keberatan dimana saya bisa kontak dengan pak Ari, boleh minta emainya pak.

    salam

  19. wari says

    Salam sejahtera untuk semua
    Saya juga orang baru di bidang maritim, sangat tertarik dengan tawaran pak Ari, Mohon info dan contact person pak Ari
    Terimaksih
    Wassalam

  20. Capt. Hans Pattinaya says

    Dunia pelayaran tidak lepas dari jasa broker. Saya sudah berkecimpung dalam dunia pelayaran sejak 1983…..mulai jadi cadet hingga Capt….dunia pelayaran berkembang pesat sekali dari segi teknologi, membuat harga kapal juga bertambah mahal, sehingga banyak perusahan pelayaran di Indonesia hanya mampu membeli kapal2 bekas / second.
    Saya ingin bergabung menjadi anggota broker kapal, bagaimana caranya ?

  21. Capt. Hans Pattinaya says

    Capt.Hans Pattinaya

    email : hans_pattinaja@yahoo.com
    HP : 081384276810

  22. newbie broker says

    Salam kenal untuk semuanya,

    saya adalah seorang pemuda yang baru saja terjun ke dalam dunia broker ini, berawal atas ajakan teman orang tua saya yang bekerja di kapal luar negeri yang bermaksud ingin membuka usaha broker di indonesia.
    saya sangat berterima kasih kepada Mr. Warrie, dengan adanya web ini saya bisa belajar sedikit demi sedikit kesimpulan tentang bagaimana menjadi seorang broker yang profesional.
    untuk kedepannya saya membuka suatu kerja sama bagi siapa saja yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kami, bagi anda semua dapat menghubungi saya di v4l3ntino_007@hotmail.com,
    atas ilmu dan kerja samanya saya ucapkan banyak terima kasih,

    God Bless Maritime Indonesia

  23. Adi says

    Asslmkum,relasi kami sedang mencari kapal Gen.Cargo Dwt 1000 utk dibeli,Mhn Bantuan dan informasi rekan2 ,kirim ke email : tanjung.crew11@yahoo.com

    Brgds

    Capt.Adi

  24. Rohman muhammad says

    Gmana mr cara bergbung jdi broker trus gmana cranya membuat draf perjanjian sehingga qta jdi calo tdk hanya dpt angin aja.

  25. Putra Paripurna says

    For Bluenaval : anda orang PT.terafulk kntor surabaya BII tower yah,Btw saya prnh kstu mmbhas krjasama jg dgn P.Kaharudin…..
    Jadi broker kapal memang tk seindah yg di bayangkan dgn iming2 Fee besar,dll.saya mengalami sndri bbrapa kasus sprti tdk dpt fee dri si owner kapal,sesama broker tdk ada kejujuran,dll
    Cara yg paling ampuh adalah menemui owner atw buyernya sndri tnpa bntuin broker yg lain andaikan memang melalui broker lain ushkan tdk bnyak orang yg ikut andil max 3 orang untuk mnghindari hal2 yg tdk di inginkan.
    salam kenal untuk semua,tetap semangat.

    Bravo,
    Putra P
    085648384838,031-77554113

  26. Hery Gunawan .Capt says

    pekerjaan broker perkapalan adalah hal yang sangat sulit selain harus memahami secara detail teknis kapal juga harus memahami etika berbisnis yang baik , sering kali yang terjadi dalam suatu proses pembrokeran kapal hanya karena ketidak tahuan dan pemahaman akan uang yang terlalu tinggi di dunia bisnis ini membuat proses yang sudah hampir final menjadi down to the ground karena deal fee yang tidak sesuai… andaikan ada guidance untuk melakukan bisnis ini yang dapat di pandu atau suatu pelatihan bagi para broker sehingga mengetahui etika berbisnis yg baik .. seperti contoh untuk broker saham misalnya mereka mendapatkan suatu pelatihan yang membuat mereka tidak hanya tahu menjual dan mendapat komisi tetapi juga mampu membuat client yakin akan apa yg di tawarkannya…..ada kah

  27. HUSNI SAAD says

    Dear sir,
    jadi broker musti jelas bidang apa kapal cargo, lct, tongkang,or tanker,
    pilih salah satu nya jika kita minat di kapal,kita musti tau jenis kapal sdbc or twee deck,crane,di cover pni posisi kapal itu,data data kapal yang lengkap, pelabuhan muatan ,pasilitas dermaga, agen
    tempat posisi bongkar dan fasilitas nya, draft,loa,bale n grain caps dan banyak lagi.

    jenis muatan : bulk or bgs,musti tau s.f dari barang tersebut,dan kita bisa mengitung muat atau tidak di kapal yang kiat ajukan.

    jumlah muatan ,bunker dan biaya ops kapal kita musti hitung untuk menentukan berapa tarif freight per mt , terms apa fiost atau full liner,

    broker musti tau setelah kapal selesai muat,bongkar, nex voy berikutnya kapal itu under control kita bersama pemilik kapal, sehingga pemilik kapal ngak usah bingung mencari muatan lain.

    jadi kita siap menerima risiko, claim muatan ,claim paymen dan memilih kan asuransi jika ada
    kita harus bantu pemilik owner kapal jadi jangan hanya mendapat kan comm ke mudian kita lepas kan owner, paling tidak kita tau posisi kita selaku broker,

    pemilik muatan direct atau via broker ( jika via broker bisa juga hanya kita musti tau cara kerja nya) kita juga musti tau, perusahan,alamat,penanggung jawab nya,jenis muatan cara pembayaran,agar ke dua belah pihak happy,ada masalah kita bisa memberi solusi baik ke owner maupun pemilik muatan.

    mind set broker juga harus mengikuti jaman . peluang bisnis shipping tidak akan berhenti sampai hayat di kandung badan, broker dalam arti luas tidak hanya di indonesia tapi juga
    sampai ke manca negara

    intinya broker musti tahan resiko,jujur rajin dapat di percaya beriman dan beraklak mulia,

    tks
    husni
    andrasyko@yahoo.co.id



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*