Skip to content


Industri Galangan Kapal Negara Tetangga I

Ringkasan Rencana Jangka Panjang dalam Pembangunan Industri Pembangunan Kapal Baru Vietnam.
=========================================

Didasarkan atas permintaan pasaran serta dalam usaha mewujudkan rencana pembangunan yang telah disyahkan, VINASHIN pada waktu ini aktip dalam usaha peningkatan mutu Galangan-galangan Kapal yang sudah ada agar dapat membangun kapal-kapal baru berupa kapal barang dengan bobot mati 20,000 ton, kapal tankers pengangkut minyak mentah dengan bobot mati dari 100,000 ton, kapal pengangkut peti kemas dengan daya angkut sejumlah 1016 peti kemas ( 1016 TEU) dan usaha-usaha lainnya berkaitan dengan Industri Galangan Kapal dalam jangka waktu tahun 2001 – 2002.

Dengan jumlah tenaga kerja yang ahli serta fasilitas yang ada, yang mana telah ditingkatkan mutunya, VINASHIN telah memberikan jaminan kepada para langganan dalam negeri dan luar negri akan kepuasaan mereka dalam pembangunan kapal baru maupun fasilitas perbaikan kapal dan fasilitas pemeliharaan kapal-kapal. Hasil kerja kami disambut dengan baik oleh para langganan yang merasa puas dengan produk kami baik dari para pemilik kapal, dalam berbagai bidang dalam lingkungan perekonomian nasional mapun para pemakai jasa.

Industri galangan kapal baru, baik dalam usaha penjualan produknya serta kemajuan dibidang produksi telah mencapai suatu kenailan lebih dari 30 % per tahunya

Rencana pembangunan Industri Galangan Kapal di Vietnam sampai dengan tahun 2005 sudah ditetapkan. VINASHIN akan membangun tiga kompleks Galangan Kapal di Vietnam Utara, Vietnam Tengan dan Vietnam Selatan.

Dalam tahun 2005 VINASHIN akan sanggup membangun kapal-kapal baru sampai dengan bobot mati 80,000 ton dan fasilitas untuk perbaikan kapal-kapal sampai dengan bobot mati 400,000 ton, disamping memperoduksi di dalam negeri lempengan baja untuk pembangunan kapal baru, mesin-mesin kapal, berbagai peralatan kapal, pemasangan peralatan kapal dan peralatan lainnya dengan JVs atau bekerjasama dengan pihak asing.

Pada tahun 2005 diharapkan VINASHIN dapat terus bergerak dalam usaha merancang “shipbuilding infrastructure” dan menaikkan prestasi dalam bidang teknik untuk memungkinkan agar berbagai Galangan Kapal mampu untuk membangun kapal-kapal raksasa dan kapal-kapal yang “hi-tech” untuk memberikan pelayanan kepada usaha-usaha perkapalan khusus di bidang perminyakan dan industri gas serta industri di bidang pertahanan militer.
Pembuatan serta perakitan peralatan untuk digunakan di industri kelautan lainnya, menaikkan usaha pengumpulan produksi hasil industri setempat serta peralatan-peralatannya untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun laur negeri yang banyak sangkut pautnya dengan pembangunan kapal baru dan usaha perbaikan kapal-kapal.

Pada tahun 2010, Vietnam sudah harus mencapai tingkatan yang sama dan sejajar dalam usaha-usaha pembangunan kapal baru serta kemapuan dibidang teknik dengan negara-negara Asia lainnya. Diharapkan, pengumpulan dari produk-produk dalam negeri ini akan naik 60 – 70 %. Dengan demikian dapat melayani kebutuhan untuk ekspor dan akan menciptakan kondisi yang menunjang dalam memajukan industri-industri dalam negeri lainnya agar dapat berkembang denganbaik.

Sasaran pembangunan.
=================
1. Phase pertama dari tahun 2001 sampai tahun 2002.
Pembangunan kapal baru dengan bobot mati sampai 12,000 ton. Penaikkan mutu serta investasi dalam peralatan di Galangan-galangan kapal untuk memungkinkan pembuatan kapal baru dengan bobot mati 30,000 ton. Fasilitas untuk perbaikan kapal-kapal dengan bobot mati sampai 400,000 ton.

2. Phase kedua dari tahun 2003 sampai 2005.
Menyelesaikan teknologi dalam pembuatan kapal baru dengan bobot mati sampai 50,000 ton Juga diharapkan sudah siap untuk pembangunan kapal baru dengan bobot mati sampai 100,000 ton. Memulai pro0duksi “offshore accommodation modules” untuk “oil rigs” dan “oil platforms”. Kapal tankers pengangkut minyak mentah dengan bobot mati sampai 400,000 ton. Siap memproduksi baja untuk keperluan pembuatan kapal-kapal baru. Perakitan Mesin Induk Kapal dengan kekuatan sampai 6,000 tenaga kuda serta memproduksi peralatan untuk deck kapal.

3. Phase ketiga dari tahun 2006 sampai tahun 2010.
Menaikan mutu serta pembaharuan peralatan agar dibidang teknologi dalam pembangunan kapal baru setingkat dengan Galangan Kapal lainnya di ASEAN. Diharapkan produksi dalam negeri yang menunjang Industri Galangan Kapal Baru dapat dipenuhi dengan mencapai 60 sampai 70 %.
=====================

Sekarang ini, VINASHIN telah mendapatkan pesanan pembuatan kapal baru mendekati jumlah 6o trilyun Rp. Dari sejumlah tersebut 40 trilyun Rp adalah pesanan dari negara-negara maju yangterkenal dalam bidang usaha Pelayaran Samudra dan terkenal akan usaha galangan kapal yang terkemuka didunia. Pesanan itu adalah dari negara-negara Inggris,Jepang,Belanda dan Jerman. Dengan angka-angka dalam billions USD dapat dikatakan bahwa Vietnam dalam jangka waktu yang pendek serta keadaan yang minim sehabis perang melawan serta mengusir kekuatan militer Negara Adidaya, dalam industri galangan kapalnya merupakan suatu “success story”. Patut kita angkat topi dan mencontoh akan keberhasilan mereka.

Dalam artikel terdhulu dengan judul : “Galangan kapal Indonesia….tidur?“, ada hubungannya dengan success story dari Vietnam, semoga dapat membuka mata industri galangan kapal di tanah air.

Berita terakhir, menurut VOA Polandia sudah memberikan lampu hijau untuk menyediakan kredit sebesar 280 juta USD untk membantu perkembangan selanjunya industri galangan kapal di Vietnam. Disamping itu Polandia telah menambah dua kali lipat dana yang disediakan dalam rangka dana pengiriman pelajar Vietnam untuk meneruskan belajar di Polandia.

Perdagangan kedua negara itu tahun yang lalu mencapai angka 640 juta USD. Suatu kenaikan luar biasa, yang mana ditarget-kan bahwa perdagangan kedua negara ini akan mencapai 500 juta USD dalam tahun 2010.

Untuk Industri Galangan Kapal di tanah air, pendekatan yang realistis sekarang ini alah untuk meng-“upgrade” usaha-usaha perbaikan dan pemeliharaan kapal. Pembangunan kapal-kapal Nusantara yang baru merupakan tahap kedua. Dengan usaha yang positip dalam meng-“upgrade” ini, kerjasama dengan negara maju dibidang pembuatan kapal baru harus dijajagi.

Negara yang patut didekati atau dirangkul sekali gus dengan melupakan masa 350 tahun dijajah, ialah negeri Belanda.
Dimulai dengan bantuan management mapun keahlian dengan technology muthakir di bidang “perawatan” kapal. Pembangunan dok-dok terapung yang baru diseluruh pelabuhan besar di Nusantara. Dimulai dengan pembangunan dok-dok terapung yang dibangun di Negeri Belanda dan ditarik ke Tanah Air.
Kemudian pembangunan kapal barang baru “tween decker” dengan bobot mati 2000 – 3000 ton, dengan mesin induk tenaga listrik, yang juga di bangun di Galangan Kapal di Belanda, dalam jumlah yang cukup besar sehingga akan membantu industri galangan kapalnya dan menyerap tenaga kerja di Negeri Belanda.
Dengan demikian akan menggalang “public opinion” di Negeri Belanda bahwa membantu perkapalan Nusantara adalah usaha membantu negara dan warga negara Belanda sendiri. Mudah-mudahan berapa banyak dana yang dikucurkan dan persyarat apapun ( yang lunak tentunya dan dalam jangka waktu yang lama dalam pengembaliannya) dalam pembiayaan usaha bersama ini tidak akan mendapatkan oposisi yang besar.

Mudah-mudahan kiranya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dapat menunjuk Duta Besar diNegeri Belanda yang fasih berbahasa Belanda serta mengerti betul akan kebutuhan dunia kemaritiman terutama pelayaran Nusantara yang kuat dan modern.. Perkembangan Pelayaran Nusantara harus menjadi priorotas utama dalam dalam masa kerja Kabinet baru ini.

Singgih Nata

Posted in Industri Galangan Kapal.

Tagged with , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.