Skip to content


Penyebrangan Ferry Merak – Bakauheni

Menhub Segera Keluarkan Ijin Baru Ferry Merak-Bakauheni
Sabtu, 05 Maret 2011, 19:11 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan, akan mempermudah proses perizinan operasional setiap kapal “roll on roll off” baru di lintasan Merak-Bakauheni.
“Izin bagi kapal-kapal baru yang sudah masuk ke Kementerian Perhubungan segera dikeluarkan,” kata Menhub saat melakukan inspeksi mendadak khusus di Pelabuhan Merak, Sabtu.
Ia mengatakan, proses perizinan operasional kapal baru dipermudah untuk menghindari antrean ribuan truk di Pelabuhan Merak. Selama sebulan, kata dia, Pelabuhan Merak terus dilanda antrean kendaraan truk hingga menimbulkan kemacetan.
=============================
Berita yang menggembirakan. Sebetulnya sesuatu hal yang tidak perlu terjadi. Dephub sewajarnya sudah harus maklum bahwa jumlah lalulintas penyebrangan ini akan terus naik dari tahun ketahunnya. Dengan sendirinya harus dipikirkan akan jalan keluarnya jauh hari sebelumnya. Proses perizinan hanya merupakan salah satu yang membuat hambatan.
Keadaan fisik dari dermaga dikedua pelabuhan merupakan hal kedua yang memperlambat lajunya lalulintas.
Mungkin hal ketiga adalah keadaan fisik kapal-kapal ferry itu sendiri. Mungkin sudah tua, atau kurang dalam segi pemeliharaannya, besarnya ruangan muatan, dan kecepatan kapal.
Apakah Dephub sudah mempunyai persyaratan tertentu mengenai kapal apa yang kiranya cocok untuk usaha penyebrangan Merak – Bakauheni ini. Misalnya mengenai kapasitas muatan dan kecepatan yang cocok. Apakah kapal Ro-Ro dengan “pintu gerbang” di haluan kapal atau buritan kapal yang paling cocok. Juga kecepatannya harus ditetapkan minimum maupun maximumnya.. Juga bobot mati kapal harus ditentukan untuk disesuaikan sehingga dapat berlayar dalam keadaan cuaca jelek dengan ketinggian ombak yang tertentu. Mengingat kecelakaan yang menimpa kapal Ferry akhir-akhir ini, apakah juga Dephub sudah mengeluarkan persyaratan-persyaratan tertentu mengenai perlengkapan keselamatan dikapal, serta ketrampilan abk bila terjadi musibah seperti kebakaran.

Mungkin ada baiknya bila usaha penyebrangan Merak-Bakauheni di-“tenderkan” kepada perusahaan-perusahaan Pelayaran Multinasional dengan ketetapan, tahun-tahun pertama diperkenankan berbendera negara dimana perusahaan pelayarannya terdaftar atau bendera negara ketiga. Ketentuan ini diberikan agar perusahaan-perusahaan pelayaran asing diberikan waktu untuk menilai apakah usaha ini menguntungkan atau tidak. Serta ada waktu untuk mempelajari kiranya kapal-kapal apa yang cocok untuk pengoperasian penyebrangan Merak- Bakauheni ini. Begitu habis waktu yang diberikan, kapal yang dioperasikan itu dan kapal-kapal yang ditambahkan kepada armadanya harus berbendera Merah Putih. Ketentuan lainnya, abk dan perwira dari pangkat tertentu kebawah harus warganegara Indonesia.

Alangkah “ideal-nya” bila perusahaan-perusahaan ini juga diminta untuk bekerja sama dalam membuka usaha galangan kapal di kedua pelabuhan ini, khusus dalam pemeliharaan dan perbaikan-perbaikan bila diperlukan untuk kapal-kapal Ferry itu. Mungkin juga mengundang perusahaan minyak untuk membangun tangki-tangki minyak serta tongkang-tongkang dan kapal tundanya untuk usaha pelayanan dalam keperluan BBM kapal-kapal ini.

Dalam posting terdahulu yang berkaitan ddengan usaha penyebrangann Merak – Bakauheni lihat tag:”Jasa Penyebrangan Laut” dengan judul JSS atau HSV.

Posted in Jasa Penyeberangan Sungai dan Laut, Transportasi Laut.

Tagged with , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*