Skip to content


Penyeberangan Merak – Bakauheni mulai lancar

Pelabuhan Merak Berangsur Pulih
Senin, 07 Maret 2011, 19:19 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,CILEGON–Antrean ribuan truk yang akan melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung akhirnya bisa diatasi. Namun, pengelola Pelabuhan Merak tidak bisa memberi jaminan kondisi Pelabuhan Merak apakah kondisi ini bisa bertahan.

Pelaksana tugas Direktur Utama PT Indonesia Ferry, Sirajuddin Saini, mengatakan ada tiga faktor yang mendukung agar antrean di Merak tidak terjadi lagi, yaitu jumlah kapal yang cukup, pencapaian trip, dan kondisi cuaca yang normal. “Idealnya, jumlah kapal yang beroperasi minimal sebanyak 24 kapal setiap harinya. Sedangkan untuk pencapaian trip harus lebih dari 80 trip dalam satu hari,” kata Sirajuddin Saini, di Merak, Senin (7/3).
i.

Menurut Saini, sebanyak 7 kapal dari 33 kapal yang biasa melayani jasa penyeberangan Merak – Bakauheni masih melakukan docking. “Kapal-kapal itu akan dikembalikan jika kapal yang biasa melayani lintasan Merak – Bakauheni selesai docking,” terangnya.

Sanini menambahkan, rencananya di kawasan Pelabuhan Merak akan dibangun satu dermaga lagi. Dermaga tersebut nantinya akan dikhususkan untuk pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan bus. “Ini solusi jangka panjang kami menyesuaikan peningkatan penumpang dimasa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, Togar Napitupulu, mengatakan, dari tujuh kapal yang melakukan docking itu, 2 kapal telah selesai. Kedua kapal yang selesai melakukan docking digalangan kapal, Tanjung Priok, Jakarta tersebut yaitu KMP Titian Nusantara dan Nusa Agung. “Dua kapal itu besok (hari ini) akan kembali beroperasi, dan lima kapal lainya paling lambat pertengahan April ini,” ujarnya.

Togar juga mengaku sulit untuk menjamin kondisi Pelabuhan Merak tidak terjadi antrean panjang. Karena jika terjadi cuaca buruk, kapal yang beroperasi akan mengalami kesulitan untuk bersandar. “Sulit untuk menjamin tidak ada antrean truk saat kondisi cuaca sedang buruk,” kata Togar

=============

Kesimpulannya:
.
==============
Kunjungan Menhub ke Merak.
Cara kerja masih tetap tidak berbeda sudah puluhan tahun….ABS.

Penyebab dari “macet”-nya lalu-lintas penyebrangan dikarenakan ada kapal-kapal yang naik dock. Docking tahunan kapal untuk pemeliharaan dan perbaikan demi untuk kelayakan laut kapal-kapal itu, tidak dapat diundur-undur. Salah satu jalannya ialah diusahakan agar waktu docking-kapal-kapal itu disesuaikan dengan lalu-lintas penyebrangan dimasa-masa yang paling rendah jumlahnya. Sekarang ini ternyata diwaktu udara buruk, penyebrangan berkurang.
Malah untuk menghemat waktu, dipelabuhan Merak harus diusahakan ada Galangan Kapal khusus untuk usaha perbaikan=perbaikan maupun docking tahunan.
Ternyata keadaan sudah memberikan aba-aba bahwa sudah waktunya untuk membangun galangan kapal di Merak.

Untuk melancarkan penyebrangan diperlukan minum trip 80 kali perhari. Untuk mencapai jumlah trip ini atau jumlah yang lebih besar lagi diperlukan kapal-kapal dengan daya muat yang lebih besar dengan kecepatan yang tinggi.

Dikarenakan cuaca buruk mengakibatkan susahmya kapal-kapal merapat di dermaga. Sarana pelabuhan perlu dinaikkan dengan pembangunan dermaga-dermaga baru dimana ombak tidak berpengaruh akan kelancaran kapal-kapal untuk merapat atau bertolak dari dermaga. Atau membangun penahan ombak diluar pelabuhan

Diberitakan bahwa akan dibangun dermaga khusus untuk orang berjalan kaki, mobil pribadi dan Bus, sebetulnya tidak perlu. Yang perlu dibangun beberpa dermaga baru yang dapat dipakai oleh sekali gus oleh, penjalan kaki, mobil pribadi, Bus dan truck. Dermaga baru yang serba guna dengan peralatan baru dalam penentuan truck yang mana yang dapat disebrangkan dan yang mana perlu disebrangkan dengan kapal khusus.
Dalam kapal kombinasi ini, truck dengan muatan tertentu (muatan yang berbahaya) tidak diperkenankan. Truck-truck dengan muatan tertentu harus khusus dikapalkan dengan kapal-kapal yang tidak banyak membawa penumpang.

Penambahan armada spuluh kali lipat, penambahan dermaag sepuluh kali lipat tetap jauh lebih murah ongkosnya daripada membangun Jembatan Selat Sunda.
Penambahan armada dan dermaga menyerap tenaga kerja.

JR

Posted in Jasa Penyeberangan Sungai dan Laut, Pelabuhan, Transportasi Laut.

Tagged with .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.