Skip to content


Cetak Biru Perhubungan Laut Nusantara

Dari berbagai tulisan di IMC, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa “Cetak Biru Perhubungan Laut Nusantara” adalah sbb:

1. Pembaharuan Armada.
aaa. Lebih diutamakan akan pengoperasian Kapal Ferry Kecepatan Tinggi minimum 30 knots dari jenis Ro-Ro. Untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan dalam “Jalur Pemerataan Ekonomi Nasional”
. bbb. Pengoperasian Kapal Ferry ukuran kecil dengan kecepatan 16 knots dari jenis Ro-Ro untuk pelayaran “feeders” dari pelabuhan utama yang disinggahi Kapal Ferry Kecepatan Tinngi ke pelabuhan-pelabuhan lainnya.
ccc. Pengoperasian “Sea Train”, tongkang-tongkang yang ditarik oleh Kapal Tunda. Khusus dalam pengapalan muatan bulk, barang-barang berat dan ukuran besar
ddd. Kapal-kapal Pinisi yang diperlengkapi dengan peralatan modern. GPS, Automatic Distress Transmitter, Penggerak kapal electric utk usaha-usaha dalam keluar masuk-pelabuhan dan usaha merapat di dermaga. Solar generated electric supply utk keperluan penerangan navigasi, penerangan dan pengoperasian lemari es dan pengiriman/penerimaan data-data melalui satelit. Juga untuk menjalankan peralatan riset kelautan.
Riset yang mendalam dalam mencari bahan-bahan baru untuk pembangunan kapal Pinisi berupa ferrocement, fiberglass atau bahan palstic lainnya. Atau mungkin dengan aluminium Hull. Riset dalam bahan layar yang dapat dikombinasikan dengan pemasangan solar panel di perrmukaan layar sebagai usaha mengumpulkan tenaga surya dalam pengisian batre.
Juga riset yang mendalam dalam hal pengangkutan muatan dalam palkah kapal Pinisi ini untuik di “unitised” agar memudahkan dalan usaha bongkar muat dan mengurangi waktu sandar karena waktu bongkar muat yang panjang. Mungkin dipikirkan peti kemas ukuran nasional yang dapat dikapalkan dengan kapal Pinisi atau Ferry Jenis Ro-Ro dan dapat diangkut diatas truk. Sudah waktunya usaha=usaha administrasi seperti Bill of Ladings, serta laporan-laporan lainnya dan usaha “siliciting” muatan beralih ke “non papers”. “Electronocally transmitted” ke kapal dan pelabuhan tujuan.

eee. Pengoperasian kapal Ferry Khusus Jenis Ro-Ro dalam menyinggahi pulau-pulau kecil dengan peralatan sepert LST, kapal ini “dikandaskan dipantai, kemudian membongkar muatan dengan menarik peti kemas ukuran kecil kedarat. Kapal jenis ini dilengkapi dengan jangkar di buritan kapal yang dijatuhkan kelaut jauh dari pantai. Dengan demikian dermaga tidak diperlukan. Ini adalah dalam usaha menyinggahi pulau-pulau terpencil. Kapal-kapal ini dioperasikan oleh Pemda dan dilengkapi dengan pealatan kesehatan dan obat-obatan, Klinik dan apotik terapung. Juga dilengkapi dengan suku cadang mesin kapal kecil sebagai bengkel terapung untuk melayani kapal-kapal kayu bermotor yang beroperasi lokal.

2. Pembangunan dermaga beton diseluruh pelabuhan yang cocok untuk kapal-kapal Ferry jenis Ro-Ro, disertai pembangunan Cold Storage di pelabuhan tertentu.

3. Pembangunan dermaga peti kemas di Pelabuhan Transit dalam jalur pelayaran Cina/Jepang/Korea ke Eropah untuk menampung muatan peti kemas untuk dikapalkan ke daerah Timur, Papua Nugini, Australia, New Zealand dan South Pacific. Pelabuhan Transit ini alangkah idealnya tidak jauh dari jalur pelayaran dan/ke Selat Sunda. Harus sanggup melayani kapal Peti Kemas Raksasa ukuran Emma Maersk yang sanggup memuat 18500 peti kemas ukuran 20 Ft.
Kalau saja letak geografis Pelabuhan Transit ini mengurangi satu hari saja dari waktu pelayaran Cina-Eropah dibandingkan dengan menyinggahi Singapore atau pelabuhan di Malaysia, sudah cukup sebagai alat penarik bagi Perusahaan Perkapalan Peti Kemas Raksasa untuk memikirkan menyinggahinya dan mungkin juga untuk mengucurkan dana dalam pembangunannya..

Kalau dana untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda yang berkisar 140 trilyun dapat dikumpulkan, tentrunya dana yang lebih kecil dari itu unttuk dipakai bagi pembaharuan di bidang Perhubungan Laut Nusantara, tidak akan merupakan masalah besar.

===
JR

Posted in Industri Pelayaran, Jasa Penyeberangan Sungai dan Laut, Transportasi Laut.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.