Skip to content


Perahu amphibi beroda tiga

Pernahkah Anda mendengar atau melihar perahu beroda ? Mungkin pernah melihat sepatu beroda atau sepatu roda sebagai alat rekreasi. Tetapi perahu beroda ?.
Satu perusahaan yang bergerak dibidang Maritim di New Zealand, memproduksi perahu amphibi karet beroda. Dua roda dipasang di buritan dan satu roda dipasang di haluan perahu ini. Didaratan atau dipantai, perahu ini bergerak dengan memakai ketiga rodanya dengan memakai mesin mobil. Begitu mengambang di air, ketiga rodanya ditarik masuk dengan alat hydrolis. Mesin tempel dari 90 – 150 HP menjadi alat penggerak perahu. Diair perahu ini dapat mencapai kecepatan 40 knots ( 88 kmperjam) namun didarat hanya sanggup bergerak dengan kecepatan maksimum 15 km per jam. Namun kecepatan ini cukup memadai untuk dipakai didarat. Memang tujuan utamanya bergerak dengan roda-rodanya hanya dari gudang didermaga dan selanjutnya mengambang diair sampai di tujuannya. Keperluan sebagai alat pengangkut alat-alat atau persediaan makanan dari darat ke kapal-kapal pesiar (yacht). atau penumpang kapal pesiar ingin jalan-jalan dipantai tanpa takut basah kena air laut.
Perahu ini dengan kecepatan 40 knot di air, dapat menjadi alat rekreasi seperti “water skiing”, “paragliding”, menyelam atau sebagai alat rekreasi
diair lainnya. Dengan dilengkapi dengan alat-alat, dapat menjadi perahu pertolongan pertama di laut tak jauh dari pantai. Atau dengan peralatan khusus sebagai perahu untuk digunakan sebagai SAR pada kecelakaan kapal dilaut. Perusahaan ini memasarkan perahu untuk dipakai sebagi SAR diperlengkapai dengan alat-alat untuk keperluan itu, harganya $ 58,850 per perahu.
Badan perahu ini dibuar dari karet seperti perahu amphibi yang lazim dipakai oleh Korps Komando Angkatan Laut dan dari bahan aluminium.

Panjang perahu dari 5 meter sampai 7.1 meter. Dilengkapi dengan motor tempel untuk dilaut dan mesin 4 tak mesin mobil untuk memutarkan roda-rodanya. Perahu amphibi karet ini adalah hasil pemikiran Mr. Matt Gibson, seorang lulusan dari Massey Iniversity’s Bachelor of Design in
Transportation of Design. Dan sponsornya adalah “Sealegs International” dari New Zealand. perahu amphibi beroda tiga ini dinamai “Sealegs”.

Perahu amphibi karet beroda tiga baru-baru ini di-uji-coba oleh Korps Komando Angkatan Laut Malaysia. Dengan memuat 10 perajurit KKO bersenjata lengkap berangkat dari Pengkalan pantai Timur Malaysia sebelah Utara ke Langkawi Yacht Club di pantai Barat Malaysia sebelah Utara dengan jarak 1620 km. Perjalanan sepanjang itu dijalani dengan sukses. Perahu dengan kecepatan 40 knots berlayar dengan lancar walaupun
berkali-kali harus menerjang ombak yang cukup besar. Dan mendarat dipantai serta “merayap” perlahan-lahan menuju kedaratan. Untuk keperluan militer, mesin 4 tak mesin mobil diganti dengan motor listrik. Dengan demikian dapat menjalankan misinya dengan tidak mengeluarkan suara. Kemungkinan untuk menyelusup jauh keperdalaman tanpa diketahui musuh.

Kalau berlayar sepanjang 1620 km dengan lancar, apa artinya kalau menyebrang laut untuk beberapa jam, seperti menyeberang Selat Malaka. Tak perlu memakai kapal pengangkut pasukan yang besar, tak perlu kapal Perang dengan kanon-kanon atau peluru kendali. Cukup dengan puluhan “Sealegs” berulang-ualng setiap malam untuk beberapa malam satu batalion KKO sudah dapat mendarat di pantai “musuh”, tanpa ada orang yang tahu. Ganti baju perajurit dengan kaos oblong, sarung, kopiah dan sandal jepit, bakarsingkong….. “cakapmelayu”. .assalamualaikum apa kabar Bung, baik-baik saja………mission accomplished.

Posted in Teknologi Maritim, Wisata Bahari.

Tagged with , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.