Skip to content


Indomaritimnomics

 

Ekonomi Indonesia Berbasis Maritim = Indomaritimnomics

Selain menyediakan sarana interaktif bagi para pelaku bisnis kelautan Indonesia, tujuan lain yang tak kalah pentingnya dari pembangunan website ini adalah terbentuknya komunitas kepeloporan dalam membentuk “Ekonomi Indonesia Berbasis Maritim”.

Mengapa maritim? mengapa kepeloporan? dan mengapa komunitas?

Kenyataan bahwa inisiator dari website IMC ini adalah segelintir pelaku dan peminat dunia maritim belumlah cukup dewasa untuk merumuskan konsep Ekonomi Indonesia Berbasis Maritim.

Atas alasan tersebut kami mengundang seluruh pemerhati, pelaku, akademisi, pebisnis maritim maupun kalangan non maritim untuk menyumbangkan pemikirannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan pertanyaan-pertanyaan lain yang kemudian pada akhirnya mengkristal dalam pembentukan konsep Indomaritimnomics.

Sumbangkan pemikiran anda melalui fasilitas comment pada halaman ini.


16 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. lautbiru says

    Akan lebih mudah kalau orang-orang yang punya cita-cita yang agak2 mirip untuk mengembangkan dunia maritim Indonesia bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif.

    Saya seringkali berkumpul bersama rekan-rekan yang berkecimpung (berprofesi/bekerja/berbisnis) di dunia maritim (baik dalam maupun luar negeri). Di dalam obrolan-obrolan yang terjadi banyak sekali informasi (gagasan, kritik, analisa, kesimpulan sementara, dl) yang mengemuka mengenai kondisi dunia maritim Indonesia. Tetapi, setelah kumpul-kumpul tersebut usai, informasi-informasi yang sangat berharga tersebut sebagian besar hilang begitu saja. Ada beberapa yang saya ingat dan saya jadikan referensi dalam tindakan selanjutnya, tapi sebagian besar ya menguap begitu saja.

    Nah, bagaimana kalau kumpul-kumpul itu kita buat secara online. Harapannya kita bisa “kumpul-kumpul” kapan saja selama ada koneksi internet. Semua obrolan (informasi) pada saat kita “kumpul-kumpul” online ini dengan sendirinya tercatat. Jika tercatat maka informasi tersebut bisa dikelola. Jika dikelola dengan baik maka bisa djadikan modal untuk melakukan langkah-langkah strategis yang diperlukan. Kalau yang “kumpul-kumpul” semakin banyak, maka ini bisa jadi komunitas. kalau komunitas sudah terbentuk maka kita tidak lagi terpencar-pencar dan melakukan semuanya sendiri-sendiri, melainkan bisa saling membantu dan berkoordinasi.

    Semua ini harus dimulai, berarti dipelopori. Untuk apa semua ini? Untuk membangun Indonesia berbasis ekonomi maritim itu tadi.

  2. pico says

    Sampai hari ini,

    Ekonomi indonesia sepertinya mengalami kerusakan struktural yang parah. Harga pangan melambung sementara daya beli masyarakat menurun. Ketersediaan pun harus import. Jurang ekonomi makin menganga lebar.
    Kondisi ini menunjukkan betapa pemerintah cukup untuk dikatakan gagal dalam membangun struktur perekonomian yang mandiri, yang jelas sebagian sumbernya sudah tersedia seperti hasil pertanian.

    Beberapa pakar dalam analisisnya di berbagai media menyebutkan bahwa konsep pembangunan ekonomi Indonesia saat ini adalah tanpa konsep.

    Saya pribadi berharap terjadi diskusi kritis mengenai pembangunan ekonomi Indonesia berbasis maritim. Sehingga dapat menghasilkan sebuah konsep yang cukup kuat untuk diaplikasikan (bukan hanya wacana perdebatan saja).

    Beberapa hal yang sudah dilakukan ataupun hanya sebatas wacana dalam kebijakan maritim Indonesia dapat menjadi referensi dalam diskusi ini.

  3. ario praswandaru says

    Selamat malam..

    Salam bahari dan jaya di laut.

    Perkenalkan nama saya ario dari mitra usaha kapal. Saya baru tahu tentang Indonesia Maritime Club. Sangat menarik dan sesuai dengan langkah yang telah kami kerjakan selama ini. Visi untuk kejayaan dan kemakmuran bangsa melalui kejayaan dilaut, sama dengan jalan yang telah di laksanakan oleh kami dalam mitra usaha kapal.

    Bagaimana kami bisa menjadi bagian dari IMC?
    Bagaimana bisa menjadi partner bagi IMC? dan bagaimana menjadi anggota MAPPEL?

    Terima kasih dan mohon bimbingan.

    Ario Praswandaru
    (mitra usaha kapal)
    08123273163

  4. Damir H.Kusuma says

    Di mana menu registernya. Saya memiliki beberapa artikel tentang Sail Training dan pembinaan SDM bahari Nusantara. Mohon dijelaskan via email

  5. singgih nata alias Joe Ragan says

    “Indomaritimnomics”….hanya dapat berkembang kalau sarananya sudah ada dan mantap.

    Sarananya lain tidak adalah Armada Kapal Laut Nusantara yang modern, standardisasi mulai dari Mesin, Alat Navigasi dan alat bongkar muat.
    Dengan demikian mengurangi ongkos-ongkos dalam “maintenance” kapal, pendidikan para abk. Dengan standardisasi, ketrampilan abk akan lebih mantap dengan demikian kemampuan memperbaiki atau pemeliharaan alat-alat dapat dicapai semaksimal mungkin dan dalam waktu cepat. Karena abk sudah hafal akan bentuk,letak, maupun cara kerja suatu peralatan dikapal mana saja mereka ditempatkan.

    Jalan keluarnya ialah meminjam istilah orang bule ” back to basic”.
    1.Mengangkut barang dan penumpang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya dengan aman dan dalam waktu perjalanan dilaut yang pendek.
    2. Bongkar muat dalam waktu singkat
    3. Idle time yang seminim mungkin di setiap pelabuhan.

    Untuk menjawab tantangan 3 butir diatas:
    1a. Kecepatan kapal yang tinggi.
    Pemakaian peti kemas
    2a. Kapal Ro-Ro
    3a. Mesin kapal yang efficient, irit bbm, tangki bbm dengan kapasitas besar.

    Kecepatan kapal yang tinggi dapat dicapai dengan Tenaga Penggerak Water Jets atau baling-baling dijalankan dengan motor listrik.
    Juga disain lunas apakah lunas berganda (Catamaran).
    bahan badan kapal (lambung) yang langsung menyentuh air dipakai bahan yang tidak dapat berkarat maupun ditempeli dengan kerang-kerang. (Aluminimum hull ??)
    Juga diperlukan tambahan tenaga penggerak apakah water jets atau baling-baling dengan motor listrik sewaktu manuver di pelabuhan dalam kegiatan menyandarkan kapal dan melepas kapal dari dermaga tanpa bantuan Kapal Tunda.

    Dimanapun di dunia, termasuk di negara industri yang sudah maju, dunia perkapalan negara itu selalu mendapatkan uluran tangan pemerintah. Apakah dalam mendesign kapal, apakah dalam pembangunan kapal di Galangan Kapal, ataupun dalam pengoperasiannya.
    Contoh, Kapal-kapal berbendera Amerika Serikat kalau mengangkut barang-barang bantuan Pemerintah ke Negara lainnya, diundangkan bahwa 50% harus dikapalkan dengan bendera Amerika Serikat dengan freight tersendiri yang mana jauh lebih mahal dengan freight kapal berbendera negara penerima atau kapal-kapal berbendera negara ketiga.

    Demikian juga dalam pembangunan kapal di Galangan Kapal dimana saja didunia ini. Pemerintah memberikan uluran tangan kepada Galangan Kapal secara langsung.

    Dalam keadaan Global Economy crisis sekarang ini, adalah waktunya bagi Pemerintah R.I. untuk menjajagi negara-negara dengan Galangan Kapal yang besar dan modern untuk berbicara soal pemesanan kapal tertentu.
    Hubungan “G” dengan “G” akan lebih bermanfaat. Negara industri sedang resah bagaimana cara agar pengangguran dapat dikurangi. Kalau Galangan Kapalnya sibuk membangun kapal-kapal baru pesanan dari negara kita akan diterima dengan tangan terbuka.

    Pemerintah R.I harus mendekati negara-negara seperti Belanda, dimana pengalaman di bidang galangan kapal sudah maju serta mengetahui dengan presis akan keadaan lautan Nusantara.
    Biayanya tentunya segala macam jalan harus ditempuh, Grant, Pinjaman Lunak dalam jangka waktu panjang, barter dengan hasil bumi (latex,kelapa sawit serta barang export lainnya). Juga pemesanan kapal dalam jumlahnya dan dalam jangka waktu yang lama dapat dipakai sebagai usaha tawar menawar.
    Kalau perlu ditekankan “pay back time” setelah 350 tahun mengeruk kekayaan Ibu Pertiwi.

    Australia, juga harus didekati untuk pemesanan kapal baru. Mengingat jarak yang dekat mereka akan menerima dengan tangan terbuka.
    Biayanya sama seperti diatas.

    Korea Selatan juga akan gembira kalau usaha Galangan Kapalnya sibuk.

    Siapa tahu India juga dapat memberikan pinjaman atau barter.

    China, mungkin saja. Namun dampak dari Krisis Dunia sangat besar dampaknya kepada keuangan mereka.

    Pengoperasiannya di tanah air akan kapal-kapal pesanan ini diatur oleh Menhan. Diserahkan kepada KOALMIL..Komando Angkutan Laut Militer.
    Dengan demikian sewaktu-waktu kapal-kapal tersebut dapat dipakai oleh TNI dalam usaha pengamanan wilayah. Untuk menjadi abk kapal-kapal tertentu, diwajibkan mereka masuk WAMIL, mulai dari Perwira sampai ke abk semuanya. Kapal di sewakan kepada Perusahaan Kapal Nusantara, dengan “bare-boat charter”, satu Perusahaan Pelayaran Nusantara menjalani route-route khusus. Tidak ada route yang tumpang tindih, antara Perusahaan Pelayaran Nusantara yang satu dan yang leinnya.

    konsep kapal-kapal akan saya sampaikan dalam posting selanjutnya.

    Salam,
    Pak Joe

  6. Singgih Nata says

    Dalam posting terdahulu, saya akan menyampaikan kosep Kapal Pelayaran Nusantara. Sebelum melangkah ke arah itu, saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk menoleh ke Perahu Layar atau kadang kala disebut sebagai Armada Semut.

    Mengingat banyaknya jumlah Perahu Layar mengarungi lautan Nusantara, serta menyinggahi pelabuhan-pelabuhan yang tak pernah disinggahi kapal-kapal motor Pelayaran Nusantara, Armada Semut ini merupakan salah satu pemangku Indonesiamartimnomic.

    Pertanyaannya adalah; Apakah Armda Kapal Layar kita ini dibiarkan beroperasi seperti apa adanya sekarang ini, atau perlu diberik perhatian agar kapal-kapallayar ini disesuaikan dengan kemajuan jaman.

    Usaha pertama adalah usaha dalam peralatan Navigasi dan Keselamatan.
    Dengan adanya satelit yang dioperasikan oleh LAPAN, bagaimana caranya agar satelit yang beredar diangkasa yang peluncurannya dbiiayai Negara, juga dapat dinikmati oleh para operator kapal layar.
    Dengan arti kata lain, kapallayar yang berlayar dilautan Nusantara sudah sewajarnya dilengkapi dengan peralatan navigasi memakai satelit.

    Juga akan peralatan Keselamatan di Laut. Seperti lampu-lampu untuk dinyalakan pada malam hari, dan peralatan komunikasi dengan stelit dalam keadaan darurat (memancarkan SOS secara automatis). Juga alat rambu dalam hal ini radio rambu untuk keperluan SAR.

    Komuniksai tentang keadaan cuaca, yang disiarkan secara berkala oleh Lembaga Pemerintah dalam hal mengramalkan keadaan cuaca. Siaran ramalan cuaca ini dapat diterima dengan gampang oleh setiapkapallayar yangberlayar dilautan Nusantara.

    Pengadaan tenaga listrik di kapal-kapallayar. Listrik untuk dipergunakan sebagai tenaga yang dipakai untuk keperluan navigasi serta komunikasi. Tentunya juga untuk penerangan dan menjalankan peralatan listriklainnya dikapal layar itu. Peralatanlistrik, untuk memasaka nasi, memanaskan makanan dan juga peti es untuk menyimpan bahan makanan anak buah kapal layar.
    Dan kalau tenaga dan ruangan memungkinkan, untuk menjalankan ruangan pendingin dipalkah untuk menyimpan ikan segar untuk dipasarkan di pelabuhan dikota besar.

    Mungkin dengan peralatan electonic yang canggih ( computerized system), untuk mengukur kecepatan angin, serta memperhitungkan posisi layar untuk mendapatkan tenaga penggerak yang semaksimal mungkin.

    Penelitian mengenai lambung kapal (hull design), bahan untuk dipakai sebagai lambung kapal re-inforced fiberglass.

    Mendesign lunas kapal. Mungkin lunas berganda (catamaran), sehingga dapat diciptakan ruangan muatan yang rata dan besar, sehingga dapat dipakai untuk mengangkut peti kemas yang ukurannya disesuaikan dengan keadaan fisik pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar.

    Mungkin untuk menciptakan kapal barang bermesin memerlukan biaya puluhan juta USD untuk satu kapal.
    Kalau ongkos yang sama dapat menciptakan kapal layar yang modern dan efficient puluhan banyaknya, tentunya lebih baik menambah pulhan kapal layar dari pada menambah satu kapal barangbermsein.

    Juga perbankan di Indonesia harus lebih berani untuk mengucurkan pinjaman ke Industri Pelayaran Nusantara. Menamakan diri Negara Bahari, namun pinjaman Bank yang dikucurkan ke dunia Maritim Indonesia hanya 0.9 % (Kompas May 08).

    Indomaritimnomic……akan berkembang kalau kita benahi dahulu apa yang tertulis diatas.

    1. Uluran tangan Pemerintah sangat diperlukan. ( Dalam pembangunan Pelabuhan baru maupun pembaharuan Pelabuhan yang sudah ada).
    2. Campur tangan Perbankan harus lebih banyak.
    3. Research dan Development akan kapal-kapal yang cocok untuk Pelayaran Nusantara ( kapal bermesin dan/atau Kapal Layar).
    4. Bantuan dari luar negeriterutama dari Negara Maju dibidang Pembuatan Kapal Baru. Berupa Grant, Soft Loan, jangka waktu pembayaran yang lama.

    Point 1 s/d 4 diatas merupakan prioritas pertama.

  7. Singgih Nata says

    Sebagai tambahan atas posting saya yang terakhir tentang kapal layar.

    Mungkin pada suatu waktu, kapal layar dilengkapi dengan peralatan navigasi yang muthakir. Di sertai dengan peralatan keselamatan di laut yang memenuhi persyaratan. Dengan design kapal layar yang baru, akan membuka jalan kemungkinan kapal layar itu dapat memuat penumpang dan barang muatan.

    Membuat peluang untuk mengangkut penumpang dari satu pelabuhan yang kecil ke pelabuhan lainnya, apakah di pulau itu sendiri, dimana sarana jalanan darat belum ada, atau antar pulau yang berdekatan.

    Juga membuka jalan untuk perkembangan turisme yang khas Indonesia didaerah Kepulauan Maluku misalnya. “Crusing” dengan kapal layar dari satu pulau ke pulau lainnya. Kemudian turun di pulau tertentu untuk menyaksikan kehidupan penduduk yang jauh dari kota besar.

    Maaf jikalau banyak yang salah “typo”, maklumlah mata sudah rabun dan ruas di jari-jari terasa ngiu karena penyakit rematik. Mungkin juga kata-katanya banyak kata-kata tempo doeloe.

    Salam,
    Pak Joe

  8. Ahmad Wahyudhi says

    INDOMARITIMNOMICS:
    Ide besar tentang perumusan politik-ekonomi nasional baru yang dititikberatkan pada peranan maritim. Ia membutuhkan pengkajian yang luas dan mendalam. Tidak hanya terhadap fakta-fakta empirik tetapi juga rujukan teoritis yang relevan. Untuk memunculkan partisipasi dari peminat kemaritiman, perlu disampaikan lebih dahulu suatu Terms of Reference yang memuat latar belakang, tujuan dan sasaran, ruang lingkup kegiatan, metodologi penyusunan, dan mekanisme pembahasannya.
    Salam,
    Ahmad Wahyudhi

  9. Ahmad Wahyudhi says

    INDOMARITIMNOMICS (2)

    Kemaritiman merupakan lambang kedaulatan. Dalam kedudukan sebagai archipelagic state, kemaritiman Indonesia memiliki peran sebagai perisai pertahanan negara, sumberdaya keekonomian bangsa, pemersatu sosial budaya, dan last but not least sebagai kawasan damai bagi pengembangan hubungan internasional yang saling menguntungkan. Dan, di atas semua itu, konstitusi Indonesia menggariskan bahwa “bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

    Kemaritiman Indonesia diwarnai sejarah yang panjang. Tetapi pepohonan pelajaran dari perjalanan sejarah itu belum membuahkan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak pembangunan yang benar. Ada semacam tarik-menarik kepentingan di dalamnya. Sejak kemerdekaan hingga sekarang, pembangunan kemaritiman ditempuh dengan pendekatan yang terfragmentasi. Akibatnya sumberdaya kemaritiman yang berskala besar itu terpecah-pecah menjadi sejumlah sub-sektor keekonomian yang berskala kecil, berdiri sendiri-sendiri, dan lemah ketahanannya.

    Sekalipun perdagangan global kerap diidentikkan dengan single borderless world market, namun negara-negara yang berbasis kekuatan maritim seperti: Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, Cina, Korea Selatan, Jepang, dan negara tetangga kita Singapura tetap menempatkan kekuatan maritim sebagai penopang kedaulatan. Mengembangan integrated maritime policy untuk memperkuat unsur-unsur sumberdaya maritim yang dimiliki (teknologi, manajemen, dan sumberdaya manusia); jika perlu didukung dengan tindakan proteksi.

    Mereka beranggapan bahwa sumberdaya alam maritim yang ada dimanapun, pada saatnya akan dapat diakses melalui ratifikasi perdagangan bebas (WTO) atau ratifikasi konvensi internasional lainnya (IMO).

    Dampak krisis finansial global mulai ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan tindakan proteksionisme di berbagai negara. Penurunan volume perdagangan internasional mulai diikuti dengan meningkatnya idle capacity armada niaga dunia. Untuk menekan tingkat idle capacity tersebut, negara-negara pengelola industri maritim mulai melancarkan penetrasi ke pasaran transportasi laut yang dianggap potensial.

    Dengan volume muatan laut sekitar 1 milyar ton dan kapitalisasi pasar sekitar USD. 32 Milyar, pasaran angkutan laut Indonesia merupakan pasar yang potensial, sekalipun dalam dua sampai tiga tahun mendatang akan mengalami penurunan rata-rata 8% per-tahun. Di dalam pola pembangunan maritim yang tersegmentasi dengan struktur kewenangan yang terkotak-kotak; di hadapkan pada pangsa pasar pelayaran nasional yang relatif marginal (60% pada segmen muatan domestik dan 6% pada segmen muatan ekspor-impor) dan kondisi armada niaga nasional yang rapuh (70% berusia di atas 20 tahun), maka penetrasi kekuatan pelayaran asing diperkirakan sulit untuk dibendung. Entry dan positioning akan ditempuh melalui skim penanaman modal yang liberal, sehingga pada akhirnya mereka dapat menjadi bagian dari pelaksanaan asas cabotage.

    Di satu sisi, dengan keunggulan yang dimiliki mereka akan segera disukai shippers (pemilik cargo) karena memberikan harga yang lebih kompetitif. Tetapi, di sisi yang lain, dominasi pelayaran asing itu akan melahirkan permasalahan yang kompleks dan mendasar: keruntuhan pelayaran nasional dengan segala implikasinya, outflow devisa negara yang semakin besar, ketergantungan, dan pada gilirannya gangguan terhadap kedaulatan negara-bangsa.

    Kecenderungan di atas hanyalah satu dari sekian kecenderungan lain yang akan mempengaruhi perkembangan kemaritiman seperti misalnya di bidang pertambangan lepas pantai, perikanan, tourisme, budidaya biota, pembangunan infrastuktur maritim, pengembangan sosial-ekonomi desa pesisir, penanggulangan polusi laut, kelestarian lingkungan hidup, penyelenggaraan keamanan dan keselamatan laut, penegakkan hukum laut, dsb. Setiap bidang kemaritiman mengandung permasalahan yang patut dipahami substansinya.

    Salam,
    Ahmad Wahyudhi

  10. aris wp says

    Sayang memang, jika luas laut, panjangnya pantai , dan komoditas yang begitu besar tidak didukung dengan ketersediaan armada kapal. Kajian supply dan demand seakan hanya angin lalu yang tidak pernah didukung oleh kebijakan yang kuat. Industri perkapalan sangat rentan terhadap kondisi makro perekonomian bangsa, sehingga industri ini sangat membutuhkan keberpihakan berupa kebijakan pemerintah yang kondusif.
    Masih ingat kasus galangan kapal Jerman (Meyer Werft) yang hampir bankrupt? bagaimana usaha pemerintah Jerman untuk “menghidupkan” kembali? Sudahkah pemerintah kita mengeluarkan kebijakan yang minimal memberikan “kepercayaan”, sehingga order-order newbuilding, repair tidak hilang begitu saja.

  11. marineboy says

    bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada ombak kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu……

    By Koes Plus

  12. Subekti says

    Dear Rekan-rekan Indonesia Maritim club

    Salam kenal sebelumnya…..

    senang sekali saya bisa mengatahui adanya forum kemaritiman. Selain sebagai tukar menukar informasi juga sebagai pembelajaran.

    Perkenalkan sebelumnya, nama saya subekti, saya adalah salah satu peneliti di bidang kelautan dan saat ini bekerja di salah satu instansi pemerintah.

    Kepada Pengasuh Forum ini..saya mohon ijin untuk mempromosikan paper saya.
    Saya telah menyusun paper yang berjudul “Wave Characteristic in Indonesian waters cross line”. Paper ini berisi bahasan :
    1. mengenai karakteristik tinggi gelombang bulanan sejak tahun 2005-2008 melalui peta bulanan.
    2. Menganalisa bulan-bulan yang berbahaya bagi pelayaran.
    3. menganalisa bulan-bulan yang aman untuk pelayaran.
    4. Menganalisa perairan-perairan indonesia yang aman dan berbahaya bagi pelayaran.

    Rencananya Paper tersebut akan saya presentasikan di event ASIA PACIFIC Coast di Nanyang Technological University Singapore tanggal 13 – 16 Oktober 2009. Karena keterbatasan dana dan besarnya biaya pendaftaran untuk mengikuti kegiatan tersebut, melalui forum ini saya bermaksud menawarkan partisipasi sponsorship.

    Adapun value added yang akan diperoleh :
    1. Penambahan logo Perusahaan di slide Presentasi.
    2. Sekilas review/company profile mengenai Perusahaan di slide presentasi tersebut.
    3. Sponsor akan mendapatkan softcopy dan hardcopy paper serta data pendukung paper.

    Demikian informasi ini saya sampaikan. Saya berharap kiranya diantara rekan-rekan dapat turut berpartisipasi.Terima kasih

    Subekti Mujiasih
    081807114684

  13. Conrad Siahaan says

    Saat ini saya sebagai Senior Lecturer di Akademi Laut Malaysia,sebelumnya pernah jadi ATHUb di Jepang dan juga Hakim Mahkamah Pelayaran di Jakarta.
    Sewaktu di Jepang saya pernah diberikan saran mengenai pengembangan Passenger Ro-RO Ferry di Indonesia,dimana kondisi kapal-kapal tersebut mayoritas kurang prima,dan bahkan ada kapal Ferry yang seharusnya tidak berlayar jauh dipaksa untuk berlayar jauh. Mungkin karena terpaksa mereka harus berlayar agar bisa survive. Kalau di Jepang sistim tariff untuk Ferry diatur oleh pengusaha sendiri jadi melihat kemampuan masyarakat,sehingga mereka bisa survive.
    Kelemahan di Indonesia yang kami amati selama ini bahwa semua pihak kurang serious dengan pentingnya faktor keselamatan (safety) sehingga banyak terjadi kecelakaan tanpa ada upaya untuk memperbaikinya,dan disamping itu juga instansi yang berkepentingan khususnya Pemerintah sendiri tidak tanggap untuk mencari penyebab utama dari kecelakaan,walaupun sebagian besar dari kapal yang dioperasikan masuk kategory sub-standard. Hal ini berpengaruh juga untuk performance di dunia Internasional,yang mana pihak luar negeripun enggan menitip muatan terhadap kapal-kapal berbendera Indonesia karena beberapa faktor X—- Y yang mereka sudah tahu dan yang sudah berakar menjadi budaya di negara kita.
    Untuk pelabuhan juga disamping fasilitas,faktor X—-Y inipun banyak berpengaruh dan yang terutama sekarang faktor keamanannya
    ( security ),sehingga umumnya commodity dari Indonesia harus melalui pelabuhan tertentu misal Singapore sebelum dikirim ke pelabuhan tujuan akhir misalnya di Amerika.
    Yang terutama perlu dipupuk adalah kebanggaan nasional,coba lihat saja misal dalam hal produksi LNG,kita termasuk terbesar bahkan dalam produksi lainnya,tapi kita tidak pernah berniat untuk membeli dan mempunyai kapal sendiri,karena lebih senang mencharter dan menjadi broker,mau gampang dan tidak menjadi dewasa. Malaysia walaupun produksi LNG tidak sebesar Indonesia tapi armada LNG mereka terbesar di dunia. Selama saya disini mereka sangat concern sekali dengan masalah safety dan security dalam hal supply chain apa saja. Dan dalam segala hal mereka mematuhi segala peraturan yang ditetapkan secara internasional,jadi tidak pernah ketinggalan. Kita sebenarnya bisa tetapi kurang kemauan karena lebih senang jadi broker saja. Stop berfikir sebagai broker, stop menjadi peminjam melainkan jadilah pemilik dan pengusaha yang berpandangan positip. Mudah-mudahan ini boleh menjadi masukkan bagi kita khususnya di bidang Maritim

  14. Anggit ferry irawan says

    laut indonesia begitu luas sayang sekali jika tidak kelola dengan baik?menurut saya negara harus merubah paradigma oriental menjadi maritim?
    karena hanya dengan ini kita bisa mengelola laut indonesia,kita harus mencri pemimpin yang peduli dengan laut indonesia?
    perbanyak institusi yang berkecimpung di bdang laut,dirikan universitas yang di bidang kelautan?sehingga banyak pemuda kita yang mengenal akan laut kita.jika ini berjalan indonesia akan menjadi negara dengan basis ekonomi kemaritiman.

    ANGGIT
    085233064971

  15. Tyna says

    Jika ada forum online yang membahas permasalahan Maritim, mohon di share, akan sangat menarik bagi kemajuan Bangsa

  16. wahyu nugroho says

    pemerintah sudah harus adanya cetak biru yang jelas dan komprihensif atas tujuan pengembangan dan pembangunan dunia maritim dan harus dilaksanakan



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.